Soal Pukat Trawl, Ketua AP2GB dan Kepala PPSB Beda Kejelasan

oleh -91 views
Pukat Trawl bersandar di Gabion pelabuhan Belawan
Pukat Trawl bersandar di Gabion pelabuhan Belawan

Belawan|MediatorPost: Jika sebelumnya, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Hendris Maruli Batubara yang menyatakan bahwa pukat trawl di Belawan sama sekali tidak ada. Belakangan bertolakbelakang dengan pernyataan Ketua Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB).

Bahkan terkesan mempermalukan orang nomor satu di PPSB itu, Sekretaris AP2GB Alfian Yunan mengatakan  kalau kapal pukat trawl ada dimana-mana. Artinya sangat banyak yang beroperasi di territorial PPSB itu sendiri.

“Pukat trawl ada dimana-mana,” ungkap Alfian Yunan, bernada menampik atau bertolakbelakang dengan pernyataan Kepala PPSB bahwa pukat trawl tak ada di Belawan, kepada kru media, Rabu (28/10/2020).

Pernyataan Alfian Yunan selaku aktifis nelayan yang bernada membantah kepala PPSB dan membela para kaum nelayan tradisional di kawasan pesisir Belawan itu makin tegas.

“Banyaknya pukat trawl di lingkungan PPSB itu sangat menyulitkan rezeki nelayan tradisional bahkan terseok-seok dalam mengais rezeki di lautan,” bebernya.

Terpisah, Emi salah seorang nelayan tradisional juga mengaku kalau pukat trawl di laut Belawan sangat banyak yang beroperasi.  “Saya melihat langsung dengan mata kepala kalau pukat trawl beroperasi di laut,” ucap Emi ketika berada di pelabuhan Gabion Belawan.

Emi juga mengatakan, agar PPSB menindak pukat trawl yang beroperasi di laut Belawan. “Kami meminta seluruh pukat trawl dihentikan operasinya, karena selain merusak lingkungan juga mempersulit nelayan tradisional,” ulasnya.

Masih di lokasi Gabion Belawan, salah seorang sumber mengatakan, kalau para pengusaha pukat trawl memberikan upeti upeti kepada beberapa oknum aparatur pemerintah di pelabuhan Belawan sebesar Rp 250 ribu per unit. “Sebelum pukat trawl berangkat mereka setor dulu ke oknum baru diperbolehkan,”celutuknya.

Dia juga menjelaskan, untuk menghindari pantauan masyarakat oknum pemerintah di Gabion Belawan itu dikondisikan berangkat dini hari. “Kalau mau dicek dini hari dan sebelum melakukan perambahan ikan di laut, kapal pukat trawl dikondisikan melakukan konvoi pagi dini hari untuk berkonvoi,” bilangnya.  

Dari penelusuran awak media, kapal pukat trawl banyak bersandar di dermaga Gabion Belawan terutama di gudang Janda dan lokasi gudang LK, terlihat pukat trawl di siang hari bersandar.

Sekedar mengingatkan, Kepala PPSB Hendris Maruli Batubara, Senin (19/10) mengatakan, keberadaan pukat trawl di Belawan tak ada sama sekali, senin (19/10) minggu lalu. (anto)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *