Tamin Sukardi Meninggal, Dinyatakan Terkonfirmasi Covid-19

oleh -72 views
Tamin Sukardi. ist
Tamin Sukardi. ist

Medan|MediatorPost: Tamin Sukardi, Konglomerat, pemilik Simalem Resort yang juga merupakan terpidana perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) penyuapan hakim PN Medan dan penjualan asset negara senilai Rp132 miliar, meninggal dunia setelah dinyatakan Covid oleh RS Royal Prima.

Tamin Sukardi juga sempat di rujuk ke dua rumah sakit yang berbeda, yakni di Rumah Sakit Bandung, sebelum akhrinya meninggal di rumah sakit Royal Prima. Hal itu diungkapkan oleh Dakmenda selaku Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Tanjunggusta Medan.

“Ia benar, pagi tadi Tamin Sukardi meninggal dunia dirumah sakit Royal Prima Medan. Sebelumnya dia sudah dirujuk kerumah sakit Bandung,” katanya saat dijumpai di Lapas Tanjunggusta, Sabtu(24/10/2020) sore.

Setelah dilakukan tes swab kepada Tamin baru ketahuan bahwa Tamin Sukardi Covid-19. “Mulanya, pada saat di rapid tes, Tamin Sukardi dinyatakan non reaktif. Namun setelah dua hari di rs Bandung, dilakukan swab terhadap Tamin, dan dinyatakan positif Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut, Tamin Sukardi sebelum dinyatakan covid, ia memiliki penyakit bawaan seperti jantung dan sebagainya. “Dia memang ada penyakit bawaan sebelumnya, makanya kami rujuk ke Rs Bandung,” ujarnya. 

Dijelasakannya, Tamin itu menjalani perawatan selama 21 hari, sebelum pada akhirnya meninggal di RS Royal Prima. “Wargabinaan kasus perkara korupsi meninggal dunia saat menjalani perawatan medis,” tegasnya.

Dirinci Pujo, pihak Lapas menerima keluhan kondisi kesehatan dari Tamin yang mengeluhkan demam, batuk, flu, dan tidak selera makan, pada 3 Oktober 2020. Kemudian pihak Lapas langsung membawanya pada hari itu juga ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bandung.

“Kemudian di Rumah Sakit Bandung, langsung dilakukan rapid test, hasilnya negatif. Namun untuk memastikan maka pada 7 Oktober 2020, dilaksanakan swab test oleh pihak Rumah Sakit Siloam yang berlangsung di RS Bandung, hasilnya positif,” ujarnya.

Karena keterbatasan peralatan medis di RSU Bandung, Tamin dipindahkan ke RS Royal Prima pada 8 Oktober 2020. “Tamin kemudian mendapatkan perawatan intensif di ruang rawat inap isolasi di Lantai 16 RSU Royal Prima,” tuturnya lagi.

Di sana, Tamin kembali dilakukan swab test ada 11 Oktober 2020, dimana hasilnya tetap sama, yakni positif Covid19. Pada Sabtu (24/10/20) sekira pukul 08.03 WIB, pengusaha pengelola dinyatakan meninggal dunia oleh pihak Rumah Sakit Royal Prima.

Untuk diketahui, Tamin Sukardi sebagai narapidana korupsi dijerat 2 putusan berbeda, selain suap terhadap hakim dijearat 6 tahu, juga penggelapan asset negara Rp132 miliar pada putusan kasasi di vonis 8 tahun.

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *