Tebas Korban Pakai Samurai, Kevin & Iqbal Dituntut 8 Tahun Penjara

editor -2 views
Sidang Virtual Perkara Penganiayaan Dicky di PN Medan
Sidang Virtual Perkara Penganiayaan Dicky di PN Medan

Medan|MediatorPost: Terdakwa kasus tindak pidana penganiayan terhadap Dicky Syahputra, adalah Muhammad Kevin (18) dan Muhammad Iqbal (22) dituntut 8 tahun 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky.

Ricky menjelaskan bahwa kedua terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan menggunakan parang jenis samurai terhadap orang yang mengakibatkan luka berat.

“Adapun kedua terdakwa dituntut dengan pasal 170 Ayat 2 Ke-2 KUHP, maka dengan ini Jaksa Penuntut Umum menuntut kedua terdakwa dengan hukuman 8 tahun 6 bulan penjara,” pinta jaksa kepada majelis hakim yang diketuai Sabarulina Ginting di Ruang Cakra III, Rabu (23/9).

Menurut jaksa hal yang memberatkan, kedua terdakwa telah melakukan penganiayan kepada korban yang mengakibatkan luka berat kepada korban “Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa menyesali perbuatannya dan berperilaku sopan dalam persidangan,” ucap jaksa.

Demikian setelah mendengarkan tuntutan dari jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pledoi (pembelaan).

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa menjelaskan bahwa kasus bermula pada tanggal 1 Januari 2020 dan terjadi pertengkaran mulut antara korban dan terdakwa Iqbal di cafe rumah makan Ampera yang terletak di jalan Ampera X, Kecamatan Medan Timur.

Setelah itu, terdakwa Iqbal memanggil terdakwa Kelvin dan sesampainya ditempat terdakwa Kelvin memegang 1 parang/samurai langsung membacok ke bagian wajah korban sebanyak satu kali, atas serangan tersebut korban sempat menangkis menggunakan tangan kanan hingga terjatuh ke tanah.

Lalu, jelas JPU  terdakwa Iqbal menendang wajah korban sebanyak satu kali, setelah korban terluka dan tak berdaya kedua terdakwa pergi melarikan diri sambil membawa parang jenis samurai yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Dalam keadaan terluka dan  berlumuran darah serta takberdaya seorang saksi yang melihat kejadian membawa korban ke RS. Imelda Kota Medan untuk pengobatan dan melaporkan perbuatan kedua terdakwa ke Polsek Medan Timur,” ucap JPU. (gus)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *