Terkait Kasus Jiwasraya, Hotman: Nasabah Sinarmas AM Harap Tenang

editor -2 views

JAKARTA – Nasabah PT Sinarmas Asset Management (SAM) harap tenang, terkait kasus Jiwasraya.

Hal ini dikatakan Hotman Paris Hutapea selaku pengacara PT Sinarmas Asset Management (SAM) kepada media, Kamis (25/62020) melalui siaran persnya di Jakarta.

Hotman Paris Hutapea mengatakan hal itu mengomentari soal penetapan pihak kliennya sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Menurut Hotman, kliennya belum menerima pemberitahuan resmi penetapan tersangka dari Kejaksaan Agung.

Katanya, sembari menanti pemberitahuan resmi penetapan tersangka dari Kejaksaan Agung, Hotman menjelaskan produk reksa dana Simas Saham Ultima kelolaan SAM merupakan produk reksa dana yang hanya dibeli oleh Asuransi Jiwasraya dan tidak terkait dengan produk reksa dana lain kelolaan SAM.

“Saya jelaskan, PT Sinarmas Asset Management mengelola 64 produk reksadana dengan total dana kelolaan sebesar Rp30,2 triliun, sementara kasus ini merujuk pada sebuah saja produk reksa dana, yakni Simas Saham Ultima, dengan total dana kelolaan hanya berjumlah 0,2% dibandingkan total kelolaan dana PT Sinarmas Asset Management.
Dengan kata lain, tidak berdampak terhadap korporasi dan nasabah karena nilainya tidak signifikan,” katanya menandaskan.

Disebutkan Hotman, selain SAM ada 12 manajer investasi lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam perkara yang sama.

Hotman menyebutkan SAM selaku lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), SAM akan patuh terhadap regulasi serta perundangan-undangan yang berlaku.

“Jelas Kami akan selalu kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlangsung,” kata Hotman.

Untuk itu Hotman berharap nasabah dan juga masyarakat tetap tenang dan mempercayakan investasinya melalui instrumen reksa dana.

Hotman juga menyatakan bahwa perseroan perusahaan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas semua produk yang dipasarkan.

Dengan demikian, menurutnya nasabah tidak perlu khawatir dan tetap dapat melakukan pembelian dan penjualan produk seperti biasa.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 13 manajer investasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Jiwsaraya. RED-EG.

Berikan Komentar