Terkait OKP Aniaya Oknum Brimob, Dwi: Faktanya Terbalik

editor -9.625 views
Anggota IPK didatangi pria berkaos merah saat peristiwa kecelakaan di Tanjungmorawa
Foto: Anggota IPK didatangi pria berkaos merah saat peristiwa kecelakaan di Tanjungmorawa

Tanjungmorawa|MediatorPost: Ada yang aneh terkait mencuatnya penganiayaan oknum anggota brimob oleh 4 orang pelaku adalah anggota Organisasi Kepemudaan (Okp),pada Minggu (30/8/2020). Terungkap, bahwa fakta persitiwa yang dipicu kecelakaan lalulintas tersebut diduga terbalik.

“Beredarnya kabar kalau 4 orang oknum OKP diduga menganiaya oknum Brimob, pada peristiwa kecelakaan di Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa Deliserdang. Hal itu sangat bertolakbelakang dengan fakta yang ditemukan atau terbalik,” kata Pengacara IPK, Dwi Ngai Santoso SH MH, Senin (31/08/2020).

Malah anggota IPK yang mendapatkan dugaan perlakuan anarkisme, lanjut Dwi, dari beberapa fakta diduga kuat oknum brimob menganiaya oknum OKP. “Beberapa anggota IPK dipukuli hingga memar-memar, bahkan salahsatu leher oknum anggota IPK dipijak,” terang Dwi.

Sangat mustahil, jelas Dwi, kalau anggota OKP atau kelompok masyarakat nekat menganiaya oknum brimob, apalagi terkait peristiwa kecelakaan lalulintas.

“Terlebih lagi, anggota IPK di sana tau kalau yang menabraknya itu adalah oknum anggota Brimob. Artinya tidak mungkin anggota OKP senekat itu melakukan penganiayaan,” tegasnya.

Sedangkan dari video amatir yang beredar, fakta prilaku anarkisme diduga dilakukan oknum brimob kepada anggota IPK tampak jelas. “Anggota IPk dibariskan dan dipukuli oleh beberapa pria salahsatunya berkaos merah yang diduga kuat adalah oknum brimob,” rincinya sambil menunjukkan bukti rekaman video  yang beredar di media sosial.  

Oleh karena itu, kita meminta kepada institusi penegak hukum untuk berlaku adil dalam menangani persoalan penganiayaan yang dipicu dari kecelakaan lalulintas tersebut. “IPK akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.    

Sementara dari amatan wartawan pada beberapa cukilan rekaman video yang beredar tersebut, tampak kalau pria berkaos merah mengenakan topi coklat, membentak-bentak beberapa anggota IPK. Bahkan tangan pria berbaju merah tersebut terlihat menjambak pria berseragam IPK, kemudian terdengar nada memelas dari masyarakat yang mengatakan “Kasian abang ini”.

Sedangkan pada cukilan rekaman video lainnya, tampak pemukulan terjadi diduga terhadap salahsatu ketua PAC IPK di Deliserdang. Sekelompok pria terlihat memukuli seseorang yang kemudian diringi jeritan dari suara pria, “Woi tengok itu ketua kita”.  

Sebelumnya diberitakan, bahwa pengeroyokan tersebut bermula dari kecelakaan lalulintas. Masyarakat di sana gerah, sehingga berujung terjadi pemukulan karena dipicu persitiwa kecelakaan tersebut. Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Pemdua Karya (IPK) Deliserdang Edison Nababan.

Dijelaskannya, satu orang anggota IPK ditabrak di Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa oleh salah seorang  pengendara. “Belakangan  pengendara itu diketahui adalah oknum anggota Brimob Kompi 2 Yon A Tanjung morawa  Bripka Hamdan Fahrizal (41),” ungkap Edison.

Kejadian itu, lanjut Edison Nababan, membuat warga sekitar gerah ekesnya pengendara yang melanggar anggota IPK tersebut didatangi warga beramai-ramai. “Abang becak dan para pedagang memang ramai di Simpang Kayu Besar ketika itu,” tegasnya.

Mendengar informasi ada keributan, sambung Edison, Ketua PAC IPK Tanjung Morawa Sangkot datang ke lokasi keributan. “Tak berselang lama datang beberapa orang diduga dari kesatuan Brimob menangkap dan membawa Sangkot dan Samuel, setelah sebelumnya terlebih dahulu dipukuli. Akibatnya Sangkot terluka sedangkan Samuel terluka parah,” tegasnya.

Sementara keterangan berbeda dan bertolak belakang datang dari pihak Brimob, bahwak oknum anggota brimob dianiya 4 orang. “Korban dianiaya secara bersama-sama saat keluar dari bilik ATM di simpang Kayu Besar, Jalan Medan-Tanjung Morawa, Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa. Empat tersangka berhasil kita tangkap,” jelas Lakhar Kasi Intel Satuan Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Adapun diduga keempat pelaku masing -masing berinisial , SS (20), warga Lorong Pidang Dusun V, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, SP (43), Ketua PAC Tanjung Morawa, warga Dusun II, Desa Bangun Sari Baru, Tanjung Morawa, RET, (36), warga Jalan Kebun Sayur Gang Pendidikan, Desa Tanjung Morawa B Kecamatan Tanjung Morawa dan JS (44), warga Dusun II Gang Saudara, Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa.

Kata Heriyono, pengeroyokan itu bermula dari korban menaiki mobil datang ke mesin ATM yang berada di TKP. Korban berangkat dari tempat kerjanya. Setelah selesai dari ATM BRI Simpang Kayu Besar, korban kembali masuk ke mobil, namun tiba-tiba dihampiri orang dan kaca mobilnya digedor-gedor.

Karena itu, sambung Heriyono, korban keluar dari mobil menemui tersangka hingga adu mulut dan berujung pengeroyokan.  Teman-teman tersangka yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) ikut melakukan pemukulan. “Ketika itu, korban memilih menghindar dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Danki Brimob Tanjung Morawa,” jelasnya. (hen).  

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *