Titik Nol Kota Medan Sesak

editor -5 views

MEDAN – Seputaran Jalan Balai Kota, Minggu (21/6) pagi, dipadati masyakakat Medan yang berolahraga sepeda.

Bersepeda belakangan ini sangat digandrungi warga. Bahkan sedikitnya ratusan warga bersepeda konvoi menyesaki titik nol Kota Medan itu.

Pemicu ramainya masyarakat bersepeda ini sudah terjadi beberapa pekan belakangan ini. Apalagi, ada kelonggoran pada masa pandemi Covid-19.

Pantauan wartawan di lokasi, olahraga bersepeda ini, juga diramaikan para orang tua. Rata-rata mereka berusia 50-60 tahun ke atas.

Begitu juga dengan kawula muda yang tak ketinggalan. Tampak sepeda yang digoes kawula muda memiliki harga yang lumayan mahal.

Bisa satu unit sepeda mencapai harga belasan juta. Akan tetapi mahal atau murahnya harga bukan sebuah ukuran untuk berolahraga.

“Bukan masalah harga bang, tapi kita bersepeda untuk menjaga kebugaran tubuh,” ujar seorang pemuda yang mengaku bermarga Parinduri

Ia menjelaskan, kegiatan bersepeda sudah sejak lama dilakukannya. Terkadang ia bersama anak dan istrinya.

“Tapi hari ini, saya sama teman-teman,” tutur dia.

Beda dengan Supardi, warga yang bermukim di kawaaan Sei Mencirim. Dia mengatakan, bersepeda adalah olahraga yang sangat bagus.

“Saya setiap pagi bersepeda, semakin hari jarak tempuh semakin jauh. Minimal satu hari, saya menempuh 3 km,” ungkap dia.

Menurut dia, soal harga sepeda itu terkandung selera dan kemampuan.

“Jika ada rezqi nggak apa-apa sih membeli sepeda yang mahal,” tutur Supardi yang memiliki sepeda senilai Rp20 juta.

Supardi menambahkan, manfaat bersepeda banyak sekali manfaatnya bagi tubuh.

“Selain sehat, bersepeda membuat semua tubuh bergerak, sehingga tubuh menjadi lebih bugar,” pungkas dia. (RE)

Berikan Komentar