Tolak Omnibus Law di Sumut, 253 Ditahan, 3 Tersangka dan 21 Reaktif Covid 19

editor -16 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuanii Sormin
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuanii Sormin

Medan|MediatorPost: Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menahan 253 orang pendemo dalam aksi penolakan UU Omnibus Law atau Cipta Kerja se-Sumatera Utara. Adapun rinciannya 243 dari Kota Medan, 9 dari Kabupaten Labuhanbatu dan 1 dari Kabupaten Tapsel.

Dan untuk pendemo penolakan UU Cipta Kerja di Medan, persisnya di pelataran DPRD Sumut yang berujung ricuh hingga 243 Pendemo ditahan. Kini 3 orang ditetapkan menjadi tersangka. Selain itu 21 orang terpapar reaktif Covid 19.

Keterangan itu diperoleh dari Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, (Mapolda Sumut), Jumat (9/10/2020).

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, sebanyak 21 dari 243 pendemo yang diamankan dari aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Medan pada Kamis, dinyatakan reaktif Covid-19.

“Ada total 243 orang diamankan saat aksi di Medan. Untuk rapid test pertama, ditemukan 21 orang reaktif,” ungkapnya.

Kemudian untuk pendemo yang dinyatakan reaktif Covid-19, selanjutnya diserahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan untuk diisolasi.

“Kami sudah membicarakannya dengan Gugus Tugas Kota Medan untuk langsung diisolasi. Karena kita tidak mau dari 21 orang ini meningkat menjadi terpapar corona virus,” bilang Kapolda.

Tak hanya itu, Dia juga mengatakan, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan kedapatan membawa klewang dan terduga pelaku pembakaran mobil Waka Rumkit Bhayangkara Medan di Jalan Sekip, Medan Petisah.

Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kemungkinan adanya tersangka baru terkait aksi anarkis tersebut. Bukan hanya pendemo di Medan, untuk pendemo lainnya di beberapa kabupaten/kota yang berada di wilayah hukum Polda Sumut juga diamankan.

“Sedangkan total untuk keseluruhan pendemo di Sumut, ada 253 orang yang diamankan, dengan rinciannya, 9 orang  dari Labuhan Batu, 1 orang dari Tapanuli Selatan (Tapsel) dan 243 orang di Medan,” ulasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dari 243 jumlah pendemo yang diamankan di Kota Medan itu, 16 di antaranya merupakan anak di bawah umur. Selain itu, dari para pengunjuk rasa ini, 32 orang di antaranya terindikasi sebagai Anarko atau anarkis.

Selanjutnya, Tatan menjelaskan, dari bentrokan tersebut,  34 personel polisi terluka. Kemudian 4 kendaraan rusak terdiri dari 3 mobil polisi dan satu mobil plat merah.

“Saat ini pemeriksaan masih dilakukan di Polda Sumut,” bebernya. Sekadar mengingatkan, aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10), di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara berujung ricuh.

Sejumlah fasilitas umum dibakar dan dirusak massa.Termasuk kaca gedung DPRD Sumut pecah dilempari batu para demonstran. (gul)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *