Ups…Kasus Penyuap Gubernur Riau Vonis Bebas, KPK Pikir-pikir

editor -24 views
Palu Hakim
Photo: Illustrasi Palu Hakim

Jakarta|Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru memberi vonis bebas terdakwa kasus korupsi suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau, Suheri Terta. KPK menyakini dalam proses penyidikan hingga penuntutan telah memiliki alat bukti yang cukup terkait kasus tersebut.

“Dari awal proses penyidikan, KPK yakin dengan alat bukti yang kami miliki dan selama proses persidangan juga dapat dibuktikan semua uraian perbuatan terdakwa,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, seperti dikutik dari detiknews, Rabu (9/9/2020).

Ali mengatakan dalam putusan Mahkamah Agung (MA) eks Gubernur Riau, Annas Maamun, dinyatakan terbukti menerima suap salah satunya dari PT Duta Palma. Suheri Terta ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat sebagai Legal Manager PT Duta Palma Group.

“Terlebih dalam putusan MA atas nama terpidana Annas Ma’mun telah terbukti adanya penerimaan sejumlah uang antara lain dari PT Duta Palma,” ucap Ali.

Meski demikian, Ali mengatakan KPK belum memutuskan sikap terkait putusan itu atau masih pikir-pikir. KPK juga berharap Pengadilan Tipikor Pekanbaru segera mengirim salinan putusan.

“Selanjutnya akan mengambil sikap langkah hukum setelah mempelajari salinan lengkap putusan majelis hakim. Kami berharap pengadilan segera mengirimkan salinan putusan tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menyatakan Suheri Terta tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait alih fungsi hutan itu. Hakim menyatakan Suheri terbebas dari semua dakwaan jaksa KPK.

“Menyatakan terdakwa Suheri Terta tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata hakim ketua Saut Maruli Tua Pasaribu di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (9/9).

Hakim juga memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari rumah tahanan. Hakim juga memerintahkan agar hak-hak terdakwa dipulihkan.

Suheri Terta sebelumnya dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta oleh jaksa KPK. Jaksa KPK menyakini Suheri Terta menyuap mantan Gubernur Riau, Annas Maamun senilai Rp 3 miliar dan Gulat Manurung senilai Rp 750 juta terkait alih fungsi hutan.

Suheri disangkakan melanggar Pasal Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *