Viral…Kehilangan Ayah, 6 Anak Mohon Kapolda Sumut Mengusut

oleh -12 views
4 dari 6 anak yang kehilangan ayahnya
4 dari 6 anak yang kehilangan ayahnya

Medan|MediatorPost: Enam orang anak kehilangan ayahnya sejak 10 bulan tanpa jejak viral di media sosial. Melalui akun Facebook Aldino Ketaren, tampak ada postingan enam anak sedang memampangkan karton mirip seperti aksi demonstrasi.

Bahkan dalam karton tersebut bertuliskan  “Assalamualaikum wr Wb salam sejahtera Yang terhormat Bapak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin tolong bantu ungkap kasus kehilangan ayah kami. Sudah 10 bulan tidak ada titik terang dari pihak kepolisian Polrestabes Medan nomor laporan LI/06/I/2020/SPKT Restabes Medan. Salam dari anak-anak yang merindukan ayahnya,” tulis mereka di karton itu.

Anak-anak tersebut tampak berumur sekira paling kecil 4 tahun hingga 14 tahun. Ada empat anak laki-laki dan dua perempuan. Ada 8 photo yang diunggah sebanyak 5 kali di akun facebook tersebut.  

Selain photo yang tampak memegang karton dengan tulisan permohonan kepada Kapoldasu tersebbut, photo keenam anak makan rame-ram sebungkus nasi di tempat terbuka juga diunggah dalam aku facebook itu.

Dari postingan photo tersebut, juga tertulis status yang bernada sedih.“Assalamu’alaikum wr.wb,,,kepada saudara/saudari Sebangsa dan Setanah Air, mohon bantuan doanya agar masalah 6 orang anak yang masih kecil, sudah kehilangan ayahnya yang tanpa JEJAK. Keluarga menduga Menjadi korban KEJAHATAN sudah lebih dari 10 bulan. Bertempat tinggal di lapangan tembak polonia (alamatnya).

Postingan terakhir terlihat video tanpa suara, namun status dari vide tersebut tertulis, melihat dan mendegar rintihannya.

Dari penelusuran media, dari nomor handphone yang dicantumkan dalam status photo tersebut, diketahui bahwa korban hilang yang merupakan ayah dari 6 anak tersebut bernamaWira Buana. Itu diketahui dari kontak seluler kepada, adik korban  Novi Husni (28), warga Titi Kuning, Medan Johor.

Bahkan dalam cerita  novi terungkap kronologi kejadian hilangnya abangnya tersebut. ” Awalnya, pada tanggal 18 Januari 2020, abangnya pergi berempat, dari rumah di Lapangan Tembak Polonia. Terus pergilah mereka bertiga ke daerah Sibolangit, minum-minum jam 9 malam belum pulang juga. Tapi istrinya sama adiknya sudah pulang,” katanya.

Novi lalu menyebutkan orangtua Wira bertanya kepada istri korban kemana keberadaan anaknya namun dijawab sama temannya. “Ditanya mamak korbanlah sama istrinya, mana si Wira, terus dijwab sama kawannya, “sama kawannya,” ungkapnya, Namun Sayangnya, tiba-tiba komunikasi kru media lwat seluler terputus. (in).

Berikan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *